News
02 March 2010
Berita ESBL 23 Feb ~ 1 Mar

Kenaikan harga tiket pesawat terbang

 

Kementerian Keuangan telah menyetujui proposal Kementerian Transportasi mengenai kanaikan plafon harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Hal ini membuka kesempatan bagi airline lokal untuk menawarkan lebih banyak pilihan harga penawaran. Harga tertinggi sebesar VND681,818 untuk penerbangan kurang dari 300 km, VND1,181,818 (<850 km) dan VND1,818,182 untuk rute lebih panjang. Harga tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2010, menggantikan harga tertinggi sebelumnya sebesar VND1.7 juta (US$90).

 

Harga tersebut belum temasuk pajak pertambahan nilai (VAT) sebesar 10% yang dikenakan oleh Vietnam Airlines dan Jetstar Pacific. Keputusan tersebut memungkinkan bagi perusahaan penerbangan domestik menawarkan tiket pada berbagai tingkat harga untuk tujuan yang sama dan fleksible, dimana lebih tinggi untuk rute dengan jumlah penumpang yang tinggi serta selama high season. Sebaliknya, perusahaan dapat memberikan diskon harga selama low season. Perusahaan juga diminta lebih transparan dalam menentukan harga tiket. Jetstar Pacific menerapkan 12 level harga tiket dengan harga tertinggi sebesar VND2.03 juta, namun hanya 10% dari total penjualan.

 

Sementara itu, Viva Macau Airlines sedang melakukan promosi penjualan tiket premium-class untuk rute Macau-Vietnam, dan rute Macau-Hanoi/HCMC dijual dengan harga US$179 – 199 sekali jalan. Viva Macau telah membuka rute penerbangan tersebut sejak tahun 2008 dan telah melayani penerbangan Macau-HCMC harian sejak Juli 2009, serta akan membuka penerbangan langsung ke Hanoi pada awal Februari 2010.

 

Ekspor crane ke Indonesia

           

Doosan Heavy Industries Vietnam (Doosan Vina), anak perusahaan Doosan Group serta pemilik sebuah pabrik di Dung Quat Economic Zones telah mengekspor 2 rail mounted quayside cranes (RMQC) dan lima rubber-tired gantry cranes (RTGC) ke Indonesia. Kedua jenis crane tersebut diimpor oleh PT Pelabuhan Samudera Palaran (Indonesia) dengan harga tiap cranes sebesar US$5.3 juta (RMQC) dan US$1.7 (RTGC). Kontrak penjualan senilai US$17.5 juta tersebut akan selesai dalam 9 bulan. Proses pengiriman akan dibantu oleh 22 teknisi Korea dan 350 pekerja, insinyur dan staf unit bisnis Material Handling Equipment (MHE).

 

Ketujuh crane tersebut akan dipasang di pelabuhan terminal Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Sistem RTGC yang menggunakan motor dan sistem kontrol digunakan untuk memindahkan barang dari pelabuhan ke gudang penyimpanan atau menaikkan peti kemas ke truk, sedangkan RMQC yang menggunakan sistem rel pada dok pelabuhan yang digunakan untuk menaik-turunkan peti kemas dari/ke kapal ke atas dok.

 

Ekspor tersebut merupakan kontrak terbesar pertama unit bisnis MHE yang mulai beroperasi pada Februari 2009. Rencana produksi selanjutnya adalah SNP (2 RTGC), PSA Singapura (36 RTGC) dan JNPT India (1 RMQC dan 1 RMGC). Pabrik Doosan Vina mempunyai luas 110 ha dengan investasi senilai US$300 juta, merupakan joint venture antara Doosan Heavy Industries and Construction Co., Ltd dengan Doosan Mecatec.

 

Ruang pamer Vietnam di negara lain

 

Vietnam membutuhkan lebih banyak ruang pamer produk-produk mereka di negara lain seperti Rusia, Perancis, Jerman, Itali dan negara Eropa lainnya untuk membantu promosi. Saat ini, Vietnam hanya memiliki satu showroom di kota New York yang telah beroperasi selama 4 (empat) tahun, namun kinerjanya dinilai belum efektif. Sebelumnya Vietnam telah memiliki showroom di Dubai, Uni Emirat Arab, namun kemudian ditutup setelah dinilai gagal.

 

Banyak perusahaan domestik yang kurang tertarik dengan sistem promosi ini, dan bahkan beberapa perusahaan mengirimkan produk lama untuk dipromosikan. Minimnya anggaran dinilai sebagai penyebab utama. Pada akhir tahun 2009, Kementerian Perindustri dan Perdagangan memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar US$100,000 per tahun sebagai biaya operasi showroom di kota New York. Promosi ke luar negeri yang paling diminati perusahaan domestik adalah dengan mengikuti pameran internasional. Pada tahun 2009, perusahaan Vietnam telah berpartisipasi dalam 69 pameran internasional.

 

Vietnam menjadi salah satu tujuan investasi utama di ASEAN

 

American Chamber of Commerce (AmCham) berpendapat bahwa Vietnam merupakan negara tujuan investasi utama di ASEAN. Pada tahun 2009, investor Amerika telah mengungguli investor lain dari 43 negara dengan investasi sebesar US$9.8 miliar. Investor Amerika juga telah membeli 56% surat hutang Vietnam senilai US$1 miliar pada awal tahun 2010.

 

Banyak perusahaan Amerika yang mengadopsi strategi bisnis “China plus one” atau “China and India plus one” yang berarti bahwa perusahaan yang telah memiliki pabrik di Cina dan India akan membuka pabrik juga di salah satu negara ASEAN, dan banyak investor yang memilih Vietnam. ASEAN merupakan kawasan perdagangan utama bagi Amerika, hampir menyamai Cina tahun 2000 dan merupakan pasar ekspor terbesar Jepang tahun 2009-2010. Alasan utama berinvestasi oleh investor Amerika adalah “investasi akan mengikuti perdagangan”.

 

Proyek real estate, perhotelan dan pariwisata adalah sektor investasi yang paling diminati. Sektor manufaktur seperti elektronik dan otomotif juga menjadi potensi investasi di Vietnam. Namun demikian, masih terdapat hambatan dalam menarik investasi asing langsung (FDI) ke Vietnam antara lain pasar yang kecil, infrastruktur yang kurang memadai, tenaga kerja yang kurang berkualitas serta prosedur yang tidak efisien.

 

 

Target ekspor hasil pertanian sebesar US$16 miliar

 

Pemerintah menetapkan target ekspor produk pertanian, kehutanan dan seafood tahun 2010 sebesar US$16 miliar, naik US$700 juta. Sejak 1 Januari 2010, harga produk sektor mengalami kenaikan, namun pasar di negara importir belum menunjukkan perbaikan. Target ekspor seafood sebesar US$4.5 miliar, naik US$200 juta, namun pengeluaran industri akan mengalami kenaikan 10-15% untuk biaya gaji, bahan baku dan pengemasan. Suku bunga pinjaman yang tinggi menjadi faktor utama pembatasan pertumbuhan, dimana pada tahun 2009 sebesar 0.53%/bulan menjadi 1.5% per bulan.

 

Harga kopi yang menjadi salah satu produk ekspor unggulan turun sebesar 30% dari tahun sebelumnya. Pulihnya perekonomian global telah membantu industri karet. Sebanyak 300 dari 500 perusahaan lokal hanya fokus pada pasar Cina, sehingga riskan terhadap harga pasar dunia yang fluktuatif. Beras sebagai komoditi ekspor utama, dan terus mengalami kenaikan permintaan mengalami hambatan terbatasnya suplai. Akibat tingginya biaya produksi dan stabilitas area tanaman, Vietnam tidak memperbolehkan produksi beras melebihi 5.5 juta ton.

 

Pada awal bulan Februari 2010, Perdana Menteri telah meminta pihak terkait dan Vietnam Food Association (VFA) untuk memperkirakan dan mereformasi sistem manajemen. VFA berencana membangun sebuah dana untuk mendukung petani. Dana tersebut digunakan untuk membantu penelitian bibit padi dan produksi serta mengembangkan sistem produksi, sehingga kualitas dan harga jual meningkat. Selain itu juga diperlukan promosi perdagangan di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur dan negara-negara persemakmuran.

 

Harga sewa perkantoran di HCMC turun 53%

 

Harga sewa perkantoran di HCMC tahun 2009 turun 53% akibat terjadinya krisis perekonomian global yang mendorong perusahaan untuk menangguhkan rencana ekspansi. Harga sewa di kawasan Asia Pasifik  turun rata-rata sebesar 16%, dimana kota besar mengalami penurunan tajam seperti Singapura (45%), Hong Kong (35%) dan Tokyo (21%). Hal ini disebabkan juga bertambahnya penawaran kantor kelas A. Saat ini Tokyo telah menggantikan Hong Kong sebagai kota dengan harga sewa perkantoran termahal di dunia.

 

Harga sewa kantor kelas A tahun 2009 turun 53% menjadi US$39.02/ft2. Demikian juga dengan investasi asing di HCMC tahun 2009 hanya sebesar US$1.2 miliar. Pada tahun 2010 diperkirakan akan dibangun perkantoran seluas 300,000 ha, sepertiga dari luas saat ini. Sebagian besar akan dibangun di distrik 1 dan sisanya di distrik 4 dan 7.

 

 

Inflasi naik tajam

 

Inflasi Vietnam bulan Februari sebesar 8.46%, naik 1.96% dari bulan Januari 2010. Angka ini sama dengan inflasi 10 bulan pertama tahun 2009. Hal ini akan mendorong Bank Sentral Vietnam (SBV) untuk kembali menaikkan suku bunga dari 8% saat ini. Namun demikian, pihak SBV belum akan menaikkan hingga Maret 2010. Pertumbuhan kredit di Vietnam tahun 2009 sebesar 38%, melebihi target sebesar 30%. Hal ini diperkirakan akan mempercepat kenaikan inflasi.

 

Penyebab lain adalah devaluasi Dong terhadap mata uang asing. Para ekonom memperkirakan pejabat SBV akan melihat situasi pasca liburan Tet untuk meninjau kembali besarnya suku bunga. Inflasi Indonesia pada bulan Januari naik 3.72%, tercepat dalam 7 (tujuh) bulan terakhir. Sementara itu inflasi Philipina mendekati 8%. Kebijakan untuk memperketat kondisi moneter di Cina dan India semakin mempercepat laju inflasi di negara tersebut.

 

Petisi terhadap importir kaca

 

Petisi yang diajukan oleh perusahaan kaca lokal (Viglacera Float Glass, Vietnam Float Glass, Vietnam Float Glass Industry) untuk mengenakan pajak tinggi (US$0.6/m2) terhadap impor kaca ditolak oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan karena dinilai tidak mempengaruhi bisnis kaca dalam negeri. Biaya produksi saat ini lebih rendah dibanding pada saat krisis, dimana harga minyak kembali normal sehingga biaya produksi rendah dan penjualan sedang mengalami pertumbuhan. Pasar oleh perusahaan lokal masih mencapai 80%.

 

Vietnam telah mengimpor float glass dari 15 negara antara lain Indonesia, Cina, Thailand, Philipina, Jepang, Taiwan, Singapura, Malaysia, Korea, India, Belgia, Amerika, Hong Kong, Swiss dan Australia. Pajak impor dari negara Asean saat ini sebesar 5%, dan dari negara di luar Asean sebesar 40%.

 

Target FDI terhadap investasi berbasis tenaga kerja skill-tinggi

 

Ho Chi Minh City menargetkan investasi asing langsung (FDI) tahun 2010 sebesar US$8.4 miliar, dengan pencairan dana sebesar US$1.43 miliar. Proyek investasi yang diharapkan adalah yang menggunakan teknologi state of-the-art, skill tinggi serta menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Selain itu juga untuk membangun infrastruktur teknik dan sosial. FDI juga diharapkan pada sektor industri software, telekomunikasi, elektronik, keuangan dan perbankan, perhotelan, kawasan perkotaan, parkir dan logistik.

 

Pada tahun 2009, HCMC juga terkena dampak krisis keuangan global dimana pertumbuhan tenaga kerja terlatih rendah, pembangunan infrastruktur sedikit, biaya produksi naik serta meningkatnya persaingan dengan negara tetangga. FDI tahun 2009 sebesar US$2 miliar, turun 77% dari tahun sebelumnya. Pemerintah HCMC akan terus mempercepat prosedur administrasi, memperbaiki kerangka hukum sesuai standar internasional, serta membuka investasi bagi pembangunan infrastruktur transportasi.

 

Harga lahan dan tenaga kerja di HCMC yang tinggi bukan lagi sebagai daya tarik investasi. Kapasitas manajemen pejabat lokal dan SDM harus terus ditingkatkan. Pemerintah HCMC berencana membangun 7 kawasan industri baru sebelum tahun 2015 menjadi 22 buah. Sektor investasi yang diharapkan adalah engineering dan otomatisasi, bahan baku baru, biological dan teknologi modern.

 

Pasar tradisional kalah bersaing dengan supermarket

 

Pangsa pasar tradisional berkurang 10% selama liburan Tet, tergantikan oleh supermarket yang mengalami kenaikan 40-50%. Hal ini didukung dengan daya beli masyarakat yang meningkat. Program promosi yang gencar oleh supermarket menarik minat konsumen dalam membeli barang kebutuhan pokok, selain harga yang cenderung lebih stabil dibanding pasar tradisional.

 

Pada hari raya Tet, pemerintah HCMC memberikan dana pinjaman tanpa bunga sebesar VND422 miliar kepada perusahaan yang menjual barang kebutuhan pokok. Perusahaan diminta untuk menjaga stabilitas harga delapan kelompok barang kebutuhan pokok. Penerimaan masing-masing perusahaan naik 30-40%. Pemerintah juga telah menyalurkan dana VND300 miliar untuk bantuan sosial terhadap rakyat miskin dan kebijakan membantu mereka untuk merayakan Tet.

 

Perusahaan-perusahaan juga telah memberikan bonus kepada karyawan mereka, terutama perusahaan perhiasan, konstruksi, migas, dan hotel. Bonus rata-rata sebesar VND3.3-6 juta, dan tertinggi sebesar VND176 juta. Untuk perusahaan investasi asing, bonus yang diberikan rata-rata sebesar VND2 juta, dan tertinggi sebesar VND209 juta. Pekerja di kawasan industri menerima bonus VND1.6 juta (perusahaan lokal) dan VND1.95 juta (perusahaan asing).

 

 

Ekspor sepatu tahun 2010 ditargetkan sebesar US$6.2 miliar

 

Ekspor produk kulit dan sepatu tahun 2010 diharapkan mencapai US$6.2 miliar, naik dari ekspor tahun 2009 sebesar US$5.3 miliar. Sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan telah menjadi komoditi ekspor terbesar ketiga setelah garmen-tekstil dan minyak mentah. Jumlah perusahaan disektor tersebut mencapai 700 buah dengan 700,000-750,000 tenaga kerja, dan 80% wanita.

 

Namun demikian, 70% dari jumlah tersebut hanya melakukan kontrak kerja dengan perusahaan asing, teknik, teknologi dan desain mereka sangat tergantung dengan perusahaan asing. Sebagian bahan baku berasal dari impor dan hanya sedikit bagian menggunakan bahan lokal, sehingga harga jual kurang bersaing dengan eksportir lain seperti Cina, India, Indonesia dan Thailand yang juga mengalami penurunan. Untuk meningkatkan daya kompetisi, prosentase bahan lokal harus ditingkatkan. Selain itu, teknologi harus ditingkatkan, memperluas range produk, meningkatkan kualitas produk dan menciptakan desain sendiri, tidak tergantung dengan pembeli.

 

Untuk memenuhi pasar domestik, perusahaan harus melakukan riset pasar dan memperluas jaringan distribusi. Ekspor sepatu Vietnam mencapai 90% dari total produksi, dan telah menempati posisi ke-4 sebagai eksportir sepatu terbesar dunia. Produk tersebut telah diekspor ke 50 negara di dunia termasuk Uni Eropa, Amerika dan Jepang. Jenis produk ekspor antara lain sepatu olah raga, kulit, serta sepatu dan sandal kulit.

 

Ekspor Vietnam Februari turun  22.2%

 

Nilai ekspor Vietnam bulan Februari 2010 turun 22.2% menjadi US$3.9 miliar, sehingga total dalam dua bulan pertama sebesar US$8.9 miliar. Penurunan ini dipengaruhi liburan Tet pada pertengahan bulan Februari. Ekspor oleh perusahaan investasi asing mencapai US$5.3 miliar, termasuk minyak mentah, naik 26.2% dari tahun sebelumnya. Ekspor oleh perusahaan domestik sebesar US$3.88 miliar, turun 21.2%.

 

Harga komoditi ekspor mengalami kenaikan pasca krisis keuangan global, antara lain karet (82.6%), minyak mentah (63.9%), batubara (59%) dan beras (25%). Nilai penjualan industri juga naik yakni kabel listrik naik 99.7% (US$168 juta), garmen dan tekstil naik 16.8% (US$1.5 miliar) dan kayu/produk kayu naik 29.2% (US$467 juta).

 

Impor mengalami kenaikan 39.6% menjadi US$10 miliar. Hal ini terjadi akibat kenaikan harga pasar dunia, terutama BBM dan bahan baku lainnya. Produk impor yang naik antara lain BBM naik 20.1%(US$939 juta), baja naik 34.6% (US$616 juta), kertas naik 5.6% (US$102 juta) dan pakaian naik 9.3% (US$23 juta). Defisit perdagangan bertamban akibat peningkatan impor menjadi US$1.75 miliar. Defisit tersebut diperkirakan akan tetap berlanjut apabila bank sentral tidak menyesuaikan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Vietnam Dong, serta belum ada tanda-tanda pemulihan terhadap negara importir terbesar Vietnam seperti Amerika dan Uni Eropa.

 

Pengaruh kenaikan TDL terhadap industri baja dan semen

 

Kenaikan TDL (tarif dasar listrik) sebesar 6.8% diperkirakan akan mempengaruhi industri baja dan semen. Kenaikan TDL tersebut akan menaikkan biaya produksi industri tersebut. Untuk memproduksi 1 ton baja ingot dibutuhkan 600 kWh listrik, sehingga apabila TDL naik 6.8% diperkirakan biaya produksi naik VND50,000/ton ingot. Tahun 2010 industri baja menargetkan produksi 2.8 juta ton baja ingot untuk konsumsi dalam negeri, sehingga biaya tambahan yang diperlukan sebesar VND140 miliar. Demikian juga dengan produsen produk baja diperlukan biaya tambahan sebesar VND60 miliar.

 

Demikian pula industri semen dimana biaya listrik mencapai 7% dari total produksi. Untuk memproduksi 1 ton semen dibutuhkan 44 kWh listrik, sehingga kenaikan TDL tersebut akan mengurangi keuntungan perusahaan semen.

 

Permintaan Kontak Dagang dengan Perusahaan Indonesia

 

Pada periode pelaporan ini terdapat 1 (satu) perusahaan Indonesia yang mencari mitra dagang dengan pihak Vietnam. KJRI HCMC telah menyampaikan daftar perusahaan Vietnam yang potensial jadi mitra dagang mereka. Perusahaan tersebut adalah :

 

PT Softex Indonesia

Jalan Taman Kebon Sirih 2 No. 3A, Jakarta Pusat 10250

Tel. (62.21) 391 4060, Fax. (62.21) 391 4340

Email : stefanus.tjitra@softexindonesia.com

Kontak : Bapak Stefanus Tjitra (Kepala Divisi Internasional)

Permintaan : perusahaan distributor Vietnam

 

Promosi program pariwisata Vietnam pertama ke luar negeri

 

Badan Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam (VNAT) bekerjasama dengan pengusaha lokal akan meluncurkan program pariwisata di tiga negara ASEAN yakni Singapura, Thailand dan Malaysia dengan mempromosikan kebudayaan Vietnam dan mengatur pertemuan dengan pejabat dan perusahaan pariwisata setempat. VNAT juga tengah mempersiapkan keikutsertaan Vietnam dalam international travel fairs di Jerman dan Rusia. Selain program-program pariwisata tahunan, VNAT merencanakan program baru terbesar tahun 2010 sebagai pengganti program Impressive Vietnam yang berakhir pada bulan Desember dengan meraih kesuksesan besar di tahun 2009. Departemen Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata HCMC akan menyelenggarakan tiga roadshow di Jepang dan Kamboja di bulan Juni 2010 termasuk dua road show di Tokyo dan Osaka pada akhir April 2010 dan Kamboja pada bulan Mei atau Juni 2010.

 

Sekitar 280.000 orang turis mancanegara berkunjung ke HCMC selama bulan Februari naik 15% dari tahun 2009. Tempat-tempat hiburan lokal seperti Suoi Tien Cultural Theme Park, Dam Sen Cultural Park dan Kebun Binatang berhasil menarik 2 juta pengunjung.

 

Kontes menulis tentang ASEAN di Vietnam

 

Sebuah kompetisi menulis tentang ASEAN diselenggarakan di Vietnam mulai bulan Maret hingga 15 Mei 2010. Kompetisi ini diselenggarakan oleh radio Voice of Vietnam (VOV) bekerjasama dengan National Committee untuk ASEAN 2010 (Kementerian Luar Negeri Vietnam) yang bertujuan untuk mengenalkan ASEAN dan program-programnya kepada masyarakat Vietnam sehingga dapat memberikan kontribusi kepada Vietnam selaku Chairman ASEAN 2010. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran guna memantapkan masyarakat ASEAN 2015. Kompetisi ini dapat diikuti oleh warga Vietnam di dalam maupun luar negeri serta warga asing di Vietnam yang menguasai bahasa Vietnam baik tulisan maupun lisan. Hadiah bagi pemenang, juara I sebesar 5 juta vnd, juara II, 4 juta vnd dan juara III sebesar 3 juta vnd serta 5 pemenang berbakat, masing-masing sebesar 1 juta vnd.

 

Pihak panitia penyelenggara akan menyiarkan seluruh pertanyaan setiap Rabu dan Sabtu melalui program ASEAN yakni A House of the breaking news dan political news radio channel, website VOV, www.vov.vn, VTV4 channel di Vietnam Television dan website ASEAN 2010, www.asean2010.vn . Penganugerahan hadiah bagi pemenang kontes akan diselenggarakan pada bulan Juli 2010.

 

Provinsi Long An di Delta Mekong menjadi Border Economic Zone

 

Perdana Menteri menerbitkan surat keputusan peresmian border economic zone di Provinsi Long An, Mekong Delta. Zona ekonomi ini  memiliki luas 13.000 ha lebih yang berbatasan dengan sebelah utara Provinsi Svayrieng, Kamboja, dan menerima insentif investasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

Jetstar Asia menambah frekuensi penerbangan ke HCMC

 

Jetstar Asia akan menambah jumlah frekuensi penerbangan rute Singapura - HCMC dari delapan kali menjadi enam belas kali dalam seminggu. Hal tersebut dilaksanakan bulan Juli setelah mendapat tambahan armada. Penambahan frekuensi penerbangan tersebut menyediakan 2.160 buah kursi dengan menawarkan waktu  penerbangan yang lebih pagi dan malam hari sehingga menjadi pilihan yang tepat bagi pebisnis. Jetstar Pacific merupakan penerbangan penumpang terbesar kedua di Vietnam dengan 27% saham berasal dari Grup Qantas.

 

Back
Other News
KJRI HCMC Menanggapi Undangan Ketua DPR Binh Duong; Diplomasi, Promosi Ekonomi dan Pelindungan BHI [01 March 2010]
Peduli Orange, Ibu-Anak Mendalangi Proyek Wheel for Life. [26 February 2010]
“Feed Indonesia, then feed the world”, Indonesia Dalam Liputan Mass media Vietnam 9-22 Feb [23 February 2010]
Penerapan hukum lingkungan, produser MSG didenda US$ 13.1 juta. Berita ESBL 9-24 Feb. [23 February 2010]
Investor Asing Masih Bertahan di Indonesia [22 February 2010]
For further information, please contact:
Information, Social and Culture Section of the Indonesian Consulate General in Ho Chi Minh City, Vietnam
Tel: (84.8) 3825 1888/9 Fax: (84.8) 3829 9493
Email: indonesiahcmc@hcm.fpt.vn