Inflasi masih mengancam
Pemerintah memastikan laju inflasi tahun 2010 akan terkendali dan pertumbuhan kredit tidak akan melebihi angka 25%. Namun demikian, Perdana Menteri melihat adanya tanda-tanda yang tidak normal dalam 2 bulan pertama tahun 2010 dimana CPI (consumer price index) telah mencapai 40-50% CPI tahun-tahun sebelumnya. CPI hingga bulan Februari 2010 telah mencapai 3.35%. Dalam periode tahun 2003-2007, CPI per bulan Februari sebesar 3.1%, 4.1%, 3.6%, 3.3% dan 3.2%.
Memasuki bulan Maret, biasanya CPI akan turun, namun untuk tahun 2010 akibat kenaikan harga BBM dan listrik, serta pelemahan VND terhadap US$ CPI akan tinggi. Komisi Pengawasan Keuangan Nasional memperkirakan CPI bulan Maret sebesar 0.5-1%, sementara Kementerian Keuangan memperkirakan sebesar 0.5-0.75% dan Kementerian Perencanaan dan Investasi sebesar 1%. Angka pertumbuhan kredit diperkirakan tidak akan melebihi angka 25% seiring kebijakan pengetatan pada akhir tahun 2009. Kebijakan pengetatan tersebut telah membuahkan hasil berupa penurunan mobilisasi dana.
Harga BBM yang naik untuk ketiga kalinya pada awal tahun 2010 sebesar VND600/liter menjadi VND17.490 (A95) dan VND16.990 (A92) yang dikhawatirkan dapat memicu inflasi setelah sebelumnya harga kebutuhan pokok naik selama liburan Tet dan kemungkinan naik dua kali lipat. Sebagai akibatnya karyawan pabrik atau perusahaan akan menuntuk kenaikan gaji untuk memenuhi kebutuhan. Kenaikan harga BBM dipengaruhi oleh harga pasar minyak dunia dan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Vietnam Dong. Namun banyak pihak yang menyangkal kedua alasan tersebut, karena kenaikan bulan Januari sebesar VND450/liter, harga impor BBM naik kurang dari US$1/liter menjadi US$82-82.5/barrel, sehingga harga BBM domestik lebih tinggi. Selain itu, kenaikan nilai tukar Dong terhadap Dollar sebesar VND400 lebih rendah dari kenaikan BBM sebesar VND600.
Stabilisasi harga barang kebutuhan pokok
People’s Committee HCMC meminta departemen terkait untuk menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok pasca liburan Tet. Upaya ini dilakukan setelah terjadi kenaikan harga listrik, air dan BBM. Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan serta Departemen Perindustrian dan Perdagangan diharapkan melanjutkan pembangunan sistem retail dengan meningkatkan jumlah supermarket. HEPZA diminta untuk bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan membuat gudang retail di kawasan industri dan pengolahan ekspor. Bank Sentral cabang HCMC juga diminta untuk menciptakan kondisi yang mendukung dalam memberikan modal bagi perusahaan, demikian juga dengan manajemen emas dan mata uang asing. Informasi bagi perusahaan dan masyarakat juga harus lebih baik dan cepat.
Kementerian Keuangan diminta untuk membuat kebijakan untuk harga susu dan mengenakan denda terhadap pelanggar yang menjual susu dengan harga lebih tinggi. Nilai penjualan barang dan jasa retail hingga bulan Februari sebesar VND59.7 triliun (US$3.1 miliar), naik 18.9% dari tahun sebelumnya. Ekspor mencapai US$2.75 miliar, turun 17.5% dan impor sebesar US$2.55 miliar. Jumlah turis asing yang datang sebanyak 570,000 orang dengan penjualan pariwisata sebesar VND6.3 triliun (US$330 juta).
Nelayan kembali melaut
Nelayan Vietnam berhasil menambanh jumlah hasil tangkapan pasca liburan Tet serta peningkatan hasil penjualan. Hasil tangkapan nelayan di wilayah Selatan berupa ikan, udang dan cumi-cumi. Setiap kapal mampu menghasilkan keuntungan sebesar VND30-50 juta (US$1,600-2,700). Satu perusahaan seafood membeli 5-10 ton ikan setiap hari, dua kali lipat dari sebelum Tet. Nelayan di wilayah tengah menangkap ikan tuna, marlin, makarel, swordfish, Indian mackerel dan anchovy, yang berharga mahal.
Banyaknya suplai ikan dari nelayan menyebabkan harga ikan turun. Di provinsi Quang Nam, harga cumi-cumi per kg sebesar VND40-60 ribu, turun dari harga normal sebesar VND100 ribu. Harga ikan tuna turun dari VND70-80 ribu menjadi VND45-50 ribu per kg. Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan meminta pemerintah provinsi mengembangkan diseminasi informasi mengenai fishing grounds, membuat koperasi nelayan serta kelompok untuk mengirimkan BBM dan es batu untuk kapal penangkap ikan lepas pantai dan membawa hasil tangkapan ke darat. Hal ini akan mengurangi biaya operasi kapal. Hingga Februari 2010, nelayan Vietnam telah menangkap 410,000 ton ikan, naik 3% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor hasil pertanian meningkat tajam
Ekspor produk pertanian hingga bulan Februari 2010 mengalami kenaikan 25% dari tahun sebelumnya menjadi US$2.82 miliar. Kenaikan ini terjadi disaat ekspor Vietnam turun 2,2% menjadi US$8.7 miliar. Sektor pertanian tersebut antara lain produk budidaya perairan, pertanian dan seafood dengan penerimaan sebesar US$1.4 miliar pada bulan Februari, sehingga total tahun 2010 mencapai US$2.82 miliar. Ekspor perikanan sebesar US$628 juta, naik 41% dari tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor ikan patin tra.
Ekspor furniture juga mengalami kenaikan sebesar 60% menjadi US$617 juta. Ekspor karet juga mengalami kenaikan seiring tingginya harga ekspor sebesar US$2,700 per ton pada pertengahan bulan Januari 2010. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dan membaiknya industri ban karet Cina. Total ekspor karet Vietnam sebesar 98,000 ton senilai US$241 juta, naik 28.6% dan 136%. Sebaliknya, penurunan harga kopi menyebabkan ekspor kopi turun 11% menjadi US$394 juta. Ekspor beras telah mencapai 700,000 ton senilai US$333 juta. Terget ekspor beras pada kuartal I 2010 sebesar 1.1-1.2 juta ton, lebih kecil dari kuartal I tahun 2009 sebesar 1.6 juta ton.
Energi terbarukan mulai tahun 2020
Vietnam akan menghasilkan listrik sebesar 2,400 MW per tahun dari sumber energi terbarukan pada tahun 2020, atau 5% total produksi listrik nasional. Dukungan pemerintah diperlukan untuk mensukseskan proyek tersebut. Komite energi terbarukan menyatakan bahwa pengembangan energi akan fokus pada pembangunan PLTA skala kecil, angin dan matahari, serta proyek biogas.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah mengajukan master plan pembangunan sumber energi terbarukan kepada pemerintah, termasuk strategi, kebijakan insentif dan peraturan yang mendukung pembangunan sektor tersebut. Kebijakan investasi pada tersebut dinilai belum fokus dan detail serta penerapannya berbeda diberbagai daerah. Potensi pengembangan energi angin Vietnam lebih tinggi dibandingkan dengan Laos, Kamboja dan Thailand. Hal ini harus didukung dengan kondisi investasi yang menguntungkan, termasuk proses pembebasan lahan yang cepat, kebijakan harga energi alternatif dan ijin untuk sektor berbeda dilibatkan.
Dari beberapa proyek pembangkit listrik tenaga angin antara lain di provinsi Binh Dinh, Lam dong, Ninh Thuan dan Binh Thuan, hanya proyek di provinsi Binh Thuan yang telah berjalan. Perusahaan joint venture antara Jerman-Vietnam, Fuhrlaender Viet Nam Wind JSC, berencana membangun pabrik turbin angin senilai US$25 juta di provinsi Binh Thuan.
Pencairan FDI bulan Januari-Februari naik 10%
Pencairan investasi asing langsung (FDI) Vietnam bulan Februari sebesar US$700 juta, sehingga secara keseluruhan tahun 2010 mencapai US$1.1 miliar, naik 10% dari tahun 2009. Sedangkan FDI hingga bulan Februari telah mencapai US$1.78 miliar, turun 72.7%, terdiri atas proyek baru dan penambahan modal proyek berjalan. Proyek baru berjumlah 88 buah dengan modal investasi sebesar US$1.62 miliar, turun 42.5% dalam jumlah dan 40.2% dalam modal. Penambahan modal 16 proyek berjalan sebesar US$165.2 juta, turun 95.7%.
Salah satu proyek terbesar adalah Dragon Sea International Convention and Tourist Resort senilai US$900 juta seluas 47 ha di provinsi Ba Ria-Vung Tau. Salah satu provinsi yang paling menarik minat investor asing tersebut menargetkan pencairan FDI tahun 2010 sebesar US$1 miliar. Target FDI tahun 2010 sebesar US$22-25 miliar untuk proyek baru dan penambahan modal proyek berjalan, naik 5-10% dari tahun 2009. Target pencairan FDI tahun 2010 sebesar US$11 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$10 miliar. Target tersebut kemungkinan besar akan tercapai seiring banyaknyaproyek yang akan segera dimulai.
Pada periode 2006-2009, FDI yang masuk sebesar US$119 miliar, dan tingkat pencairan hanya US$33.6 miliar (28%). Pada tahun 2009, FDI turun 70% dari tahun sebelumnya akibat krisis keuangan global. Sementara itu, nilai ekspor dan impor hingga bulan Februari sebesar US$4.93 miliat (naik 23.8%) dan US$4.19 miliar (naik 47.7%), dengan surplus sebesar US%700 juta.
Proyek bauksit di pegunungan tengah
Perdana Menteri Nguyen Tan Dung telah meresmikan paket teknik, pengadaan dan konstruksi pabrik kilang aluminium Nhan Co di provinsi Dak Nong. Pabrik ini merupakan proyek pilot aluminium kedua di kawasan Central Highland setelah sebelumnya dibangun di provinsi Lam Dong pada tahun 2008. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari master plan pembangunan tambang biji bauksit di kedua provinsi. Perdana Menteri mengharapkan proyek tersebut tetap memperhatikan aspek lingkungan. Untuk mendukung industri tersebuut, pemerintah akan membangun jalur kereta api yang menghubungkan provinsi di pegunungan tengah dengan provinsi di wilayah pesisir dan pelabuhan untuk mendukung industri aluminium.
Proyek baru tersebut merupakan investasi Viet Nam National Coal and Mining Industries Group (Vinacomin), terdiri atas satu pabrik pemilahan biji bauksit seharga US$155 juta dan satu pabrik kilang alumina seharga US$500 juta. Luas proyek adalah 850 ha dengan tambang seluas 2.650 ha yang akan dikembalikan fungsinya sebagai hutan setelah dieksploitasi. Bauksit merupakan potensi utama provinsi Dak Nong dan diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.
Proyek akan dibangun dalam dua tahap dimana tahap I (2007-2012) akan memproduksi 650,000 ton aluminium per tahun, dan tahap II dengan kapasitas dua kali lipat. Pabrik akan menggunakan teknologi Bayer dalam produksi alumina dan menerapkan teknologi modern untuk perlindungan lingkungan. Pabrik akan selesai dibangun pada akhir 2012 oleh kontraktor Cina, Chalieco dengan penjualan per tahun sebesar VND3.7 triliun (US$210 juta) serta menyediakan 13,000 lapangan kerja. Pembangkit listrik juga akan dibangun dengan kapasitas 30MW. Biji bauksit dari tambang Nhan Co yang mempunyai cadangan biiji bauksit sebesar 270 juta ton akan disaring pada pabrik didekat tambang dan dikirim ke pabrik pengoalahan alumina menggunakan conveyor belt sejauh 5.5 km.
Alumina merupakan komoditi setengah jadi yang diolah dari biji bauksit untuk produksi aluminium. Vietnam mempunyai cadangan bauksit terbesar ketiga dunia sebesar 5.4 miliar ton dan sebagian besar di wilayah pegunungan tengah. Provinsi Dak Nong merupakan yang terbesar dengan cadangan sebesar 60% total nasional.
Kasus Pertama Flu Burung tahun 2010
Kementerian Kesehatan mengumumkan korban penderita pertama kasus flu burung di Vietnam. Korban berusia 38 tahun berasal dari Porpinsi Tien Gaeng, dan bekerja di peternakan ayam. Korban terdeteksi telah terkena virus H1N5 pada bulan Februari 2010 dan telah mendapatkan pertolongan dari RS Sa Dec, Dong Thap, namun nyawanya tidak tertolong.
Menurut Direktur Departemen Pencegahan Penyakit dan Lingkungan, Nguyen Huy Nga, Kasus H1N5 masih ditemukan dibeberapa propinsi, seperti di Ca Mau, Dien Bien, Soc Trang, Nam Dinh dan Khan Hoa, di daerah selatan Vietnam. Virus tersebut mudah menyebar ke daerah utara apabila terjadi pergantian musim. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa terdapat sekitar 58 kasus flu burung yang telah menyebabkan kematian.
Pemimpin perusahaan asing banyak yang melarikan diri
Pembayaran gaji kepada warga Vietnam yang bekerja di perusahaan asing menjadi isu yang cukup menyita perhatian Pemerintah. Hal tersebut terkait keputusan pemerintah no.30/2009/QD-Ttg tanggal 23 Februari 2009 yakni Pemerintah akan memberikan dukungan dana bagi pekerja yang diberhentikan sementara oleh perusahaan yang mengalami kesulitan ekonomi akibat krisis. Namun jumlah menjadi semakin meningkat diakibatkan banyak terdapatnya kasus pemimpin perusahaan asing yang melarikan diri.
Department of Labour, Invalids and Social Affairs Propinsi Binh Duong, telah membayar gaji 300 pekerja Hason Vina Company Limited, milik Korea Selatan di daerah Tan Dinh Indutrial Park. Selain itu, sebanyak 700 pekerja dari perusahaan sepatu terlantar tanpa gaji karena telah ditinggalkan pemimpin perusahaan warga negara asing ke luar negeri selama 6 (enam) bulan. Menurut Serikat pekerja di Prop. Binh Duong, 10 manajer telah meninggalkan perusahaannya tanpa membayar gaji pegawai.
Sementara di HCMC, 13 pemimpin perusahaan asing telah meninggalkan Vietnam dan 3.000 orang pekerja tanpa gaji. Pada bulan Desember 2009, Direktur Viet Anh Sang Company, perusahaan Korea Selatan juga telah menghilang dan memiliki tunggakan sebesar USD 32,499 kepada 192 pekerja. Pada bulan Oktober, 500 pekerja juga terlantar di perusahaan Taiwan Yu Jun Company dengan total gaji pegawai USD 54,000 tidak dibayarkan dan membawa lari uang perusahaan sebesar USD 997,300 untuk pembayaran jaminan sosial dan USD 27.000 untuk uang pembebasan tanah. Tidak adanya hukum dan peraturan yang ketat, kurangnya tanggung jawab otoritas lokal dan insentif yang tanpa batas dalam rangka menarik investasi asing dinyatakan sebagai penyebab banyaknya kasus tersebut. Diharapkan Pemerintah untuk dapat secara ketat melakukan inspeksi, dan perlunya melakukan penandatangan perjanjian hukum antara Vietnam dan negara investor sebagai landasan hukum bagi otoritas lokal untuk menindak para pelanggar dan menuntut perusahaan induk di luar negeri agar bertanggung jawab.
Vietnam masuk dalam 2010 AFC futsal Champion
Tim Futsal dari tiga negara,
Pembangunan Hi-tech Park di Hoa Lac dan HCMC mengalami hambatan
Pengembangan Hi-technology industrial park di HCMC dan Hoa Lac masih mengalami kendala terkait belum adanya proposal keuangan yang diajukan oleh pengelola industrial park tersebut. Di tahun 2009, Pemerintah telah menunda pembebasan lahan akibat pendistribusian dana sebesar USD 8.9 juta untuk pembebasan tanah belum dilakukan sebelum deadline. Akibatnya pada awal 2009 hanya 834ha dari sekitar 1.586ha luas tanah telah dibebaskan. Kini pemerintah meminta kedua pengelola menyerahkan proposal kebijiakan dan keuangan tersebut sebelum April 2010.
Selain belum didukung oleh pembangunan infrastruktur, pendanaan berasal dari pemerintah sebesar USD 195 juta dari pemerintah kota dan USD 43 juta dari pemerintah Vietnam belum menutupi kebutuhan untuk investasi. Hal lainnya bahwa proses administrasi dan hukum yang tidak memenuhi standar serta kebijakan yang tidak konsisten tidak cocok untuk mengoperasikan perusahaan transnasional bergabung dalam produksi hi-tech. Kurangnya sumberdaya manusia yang handal juga merupakan keluhan yang disampaikan oleh pengelola dalam pengembangan kompleks industri tersebut.
Pemerintah HCMC mengharapkan bahwa program nasional di bidang hi-tech perlu untuk dikembangkan, dengan memberikan paket stimulus untuk menarik investor domestik. Hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap investor asing. Konstruksi Hoa Lac Hi-tech Park diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2012.
Peluncuran saluran televisi baru program pertanian
Sebuah saluran televisi baru program pertanian akan segera ditayangkan pada bulan April 2010. Saluran televisi baru ini dikelola oleh Vietnam Multimedia Corporation (VTC) dengan menyiarkan program-program pertanian dan pembangunan pedesaan. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi seluas-luasnya bagi petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani di Vietnam yang 70% penduduknya hidup di pedesaan.
Vietnam Airlines memantapkan posisinya di Jepang dan Myanmar
Vietnam Airlines akan menambah jumlah frekuensi penerbangan rute HCMC -
Selain itu, Vietnam Airlines juga meluncurkan penerbangan langsung rute baru dari Hanoi ke Yangon, ibukota Myanmar dengan menggunakan pesawat Fokker 70 setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Pembukaan rute baru ini ditargetkan dapat meningkatkan investasi dan hubungan bisnis antar sesama negara anggota ASEAN.
Perdana Menteri setujui pembangunan jalur kereta api cepat utara – selatan tahun 2012
Perdana Menteri meminta Kementerian Perencanaan dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Perusahaan Kereta Api dan instansi terkait untuk melengkapi studi kelayakan proyek Pembangunan jalur kereta api cepat Utara – Selatan akan dimulai tahun 2012.
Pengguna kereta api diperkirakan meningkat hingga mencapai 48.000 orang penumpang di tahun 2020 sehingga membutuhkan pembangunan jalur kereta api cepat. Saat ini hanya terdapat 18 unit kereta api yang melayan rute Thong Nhat Utara – Selatan dengan mengangkut 5.400 orang penumpang setiap hari. Kapasitas ini tidak mencukupi disaat menghadapi peak season seperti liburan musim panas dan liburan Tet. Proyek pembangunan ini akan mempercepat urbanisasi, meringankan beban kota-kota besar, melindungi lingkungan hidup serta mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas. Proyek ini dibangun oleh Vietnam Railway Corporation dengan total investasi sebesar 1.066 triliun VND (USD 55,8 juta).
Terowongan Thu Thiem tahap pertama selesai
HCMC East-West Highway dan Water Environment Project Management Board berhasil menyelesaikan pembangunan terowongan Thu Thiem sesi pertama di atas sungai
Reformasi Manajemen Pendidikan Perguruan Tinggi
Deputi Perdana Menteri dan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan meluncurkan kampanye reformasi pendidikan periode 2010 – 2012 di universitas. Kampanye ini meminta kepada unsur-unsur akademisi mulai dari administator pendidikan mahasiswa, dosen dan pihak berwenang lainnya untuk aktif dalam mengembangkan kampanye reformasi pendidikan tersebut. Kampanye ini berisikan antara lain peningkatan kualitas dosen pengajar, kurikulum dan penerapan iptek yang dinilai belum memberikan hasil nyata.
Sementara itu, beberapa universitas swasta akan menaikkan uang SPP tahun akademik 2010 – 2011 seiring dengan naiknya harga barang-barang infrastruktur (listrik, air, tanah) dan peralatan yang dipergunakan pihak universitas. Universitas swasta tersebut antara lain Universitas Dai Nam Hanoi dari 800.000 vnd (USD 43,4) menjadi 980.000 vnd (USD 53,2) per bulan untuk mahasiswa S-1 dan 800.000 vnd (USD 43,4) untuk mahasiswa D-3, Universitas Thang Long naik hingga 10% demikian pula dengan FPT University.
Permintaan Kontak Dagang dari Perusahaan Vietnam
Pada periode pelaporan ini terdapat 1 (satu) perusahaan Vietnam yang mencari mitra dagang dengan pihak Indonesia. KJRI HCMC telah menyampaikan daftar perusahaan Indonesia yang potensial jadi mitra dagang mereka.
Perusahaan tersebut adalah :
Thien Hoa Co., Ltd
Ho Chi Minh City
Tel. (84.8) 3826 9757, Fax. (84.8) 3826 9759
Email : andrew.dang@thienhoa.com
Contact person : Mr. Andrew Tuan Dang, Corporate Business Development Director
Permintaan : Perusahaan yang bergerak dibidang sistem conveyor
| For further information, please contact: Information, Social and Culture Section of the Indonesian Consulate General in Ho Chi Minh City, Vietnam Tel: (84.8) 3825 1888/9 Fax: (84.8) 3829 9493 Email: indonesiahcmc@hcm.fpt.vn |